Pohon Bak Jambu Sakura memiliki distribusi asli yang cukup luas, meliputi kawasan India Timur Laut, Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaysia, Singapura, Sumatra, Kalimantan, hingga Filipina. Penyebaran geografis yang luas ini menunjukkan kemampuan adaptasinya terhadap berbagai kondisi lingkungan di Asia Tenggara dan sekitarnya.
Distribusi dan Habitat
Pohon Bak Jambu Sakura secara alami tumbuh pada lingkungan terestrial, terutama di hutan pantai, hutan hujan primer maupun sekunder, serta disekitar aliran sungai. Keberadaannya sangat erat dengan ekosistem yang lembap dan subur, sehingga mendukung pertumbuhan optimal. Kondisi habitat tersebut selaras dengan zona iklim tropis dan subtropis/musiman, yang ditandai dengan curah hujan tinggi, suhu hangat, serta pergantian musim yang jelas. Kombinasi faktor habitat dan iklim ini menjadikan pohon Bak Jambu Sakura mampu beradaptasi dengan baik pada kawasan hutan Asia Tenggara.
Etimologi
Secara Etimologi, nama syzygium berasal dari kata Yunani syzygos yang berarti "menyambung", merujuk pada ciri khas daunnya yang tumbuh berpasangan berlawanan. Sementara itu, julukan spesies myrtifolium memiliki arti "berdaun murad", menggambarkan bentuk serta tekstur daunnya yang menyerupai daun Myrtus.
Taksonomi dan Morfologi
Kingdom: Plantae
Divisi: Tracheophyta
Sub Divisi: Spermathophytina
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Myratales
Famili: Myrtaceae
Genus: Syzygium
Spesies: Syzygium myrtifolium Walp.
Nama Ilmiah: Syzygium myrtifolium (Plantamor, 2024)
Bagian dedaunan tanaman ini tumbuh berseberangan dengan tangkai daun yang kokoh. Helaian daunnya berbentuk elips hingga lanset dengan ukuran rata-rata panjang 7,5 cm dan lebar 2,5 cm. Daun muda muncul dengan warna kemerahan, kemudian berubah menjadi merah kecoklatan sebelum akhirnya menjadi hijau saat dewasa.
Untuk bagian bunga, tanaman ini menghasilkan perbungaan bercabang dengan panjang mencapai 4 cm. Bunga-bunganya berwarna krem hingga putih dengan bentuk menyerupai bedak, memberikan kesan anggun dan menarik.
