Pohon Seurukui (Pseudalbizzia niopodes)

Pseudalbizzia niopoides, yang juga dikenal dengan sebutan Niobe Pseudalbizzia dan beragam nama umum lainnya, merupakan pohon khas yang menghuni hutan hujan tropis dan subtropis, termasuk hutan pegunungan basah. Tingginya bervariasi antara 5 hingga 10 meter dengan diameter batang mencapai 20 cm. Namun, varietas Albizia niopoides var. niopoides mampu tumbuh lebih besar, mencapai ketinggian 10–30 meter dengan tajuk yang lebar dan menyebar, menjadikannya pohon berkanopi indah yang memberikan keteduhan alami.

Morfologi

1.     Batang

Pohon ini memiliki batang lurus yang kokoh dengan kulit kayu berwarna kekuningan, memberikan kesan hangat dan eksotis. Struktur percabangannya yang menyebar menjadikannya pohon yang menonjol dalam lanskap alami hutan, sekaligus menghadirkan fungsi ekologis penting sebagai peneduh dan habitat bagi berbagai jenis fauna.

2.     Daun

Dedaunan Pseudalbizzia niopoides tampak anggun dengan bentuk majemuk sepanjang 9–15 cm. Daunnya bertangkai sekitar 2–3 cm dan memiliki satu kelenjar bundar yang jelas di bagian tengah (kadang ditemukan dua). Setiap daun majemuk terdiri atas 8 pasang pinna, masing-masing pinna dihiasi 20–50 pasang anak daun berukuran kecil, sekitar 8,5–10 mm panjangnya. Kombinasi ini membuat dedaunannya terlihat halus, lembut, dan rimbun, seakan membentuk tirai hijau alami.

3.     Bunga

Keindahan Pseudalbizzia niopoides semakin lengkap dengan bunga-bunga yang tumbuh berkelompok rapat. Bunga ini memiliki ciri khas berupa benang sari yang sangat banyak, sekitar 25–30 per bunga, sehingga memberikan tampilan halus menyerupai semburat putih atau kekuningan yang kontras dengan hijaunya dedaunan. Kehadirannya menambah nilai estetika sekaligus menjadi daya tarik bagi serangga penyerbuk.

Dengan postur yang megah, dedaunan yang halus, serta bunga-bunga yang menawan, Albizia niopoides var. niopoides bukan hanya penting secara ekologis, tetapi juga memiliki daya tarik estetika tinggi yang membuatnya bernilai dalam lanskap tropis. 

Kembali ke daftar artikel