Pohon / Bak Rambong Mirah (Ficus aurea)

Distribusi dan Habitat

Ficus aurea atau Ara Pencekik berasal ari Florida, Karibia utara dan barat, Meksiko Selatan, hingga Amerika Tengah sampai Panama. Pohon ini sering memulai hidupnya sebagai epifit diatas pohon lain. Saat akarnya menyentuh tanah, ia mencekik inangnya dengan akar udara yang besar dan akhinya menjadi pohon yang berdiri sendiri. Ara Pencekik tumbuh baik ditanah liat hinga berpasir, dengan kondisi lembap hingga basah, serta toleran terhadap kekeringan, genangan payau, dan angin asin, meski tidak tahan terhadap semprotan garam langsung. 

Morfologi

Ara Pencekik merupakan pohon besar yang dapat mencapai tinggi 12-18 meter (40-60 kaki) dengan lebar kanopi 6-18 meter (20-60 kaki). Kanopinya rapat dengan dedaunan yang hijau cerah, sementara batangnya seringkali berjumlah banyak, menambah keindahan penampilannya. Daunnya tersusun bergantian, berbentuk bulat telur hingga elips, berukuran 5-12 cm (2-5 inci). Daun bagian atas berwarna hijau tua mengkilap, sedangkan bagian bawahnya hijau pucat dengan tekstur tebal. Bunganya tidak mencolok karena tersebunyi didalam buah ara, dan biasanya mekar dari musim semi hingga akhir musim panas. Proses penyerbukan berlangsung secara khusu oleh tawon penghasil ara yang hidup bersimbiosis dengan spesies ini.

Ekologi

Sebagai salah satu pohon tropis penting, Ara Pencekik menyediakan habitat, tempat berlindung, dan sumber makanan bagi beragam organisme. Pohon ini mendukung keberadaan epifit dihutan awan, burung, mamalia, reptil, serta berbagai jenis invertebrata, sehingga memiliki peran kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis.

Pemanfaatan

Dalam Lanskap, Ara pencekik dikenal sebagai pohon peneduh atau pohon spesimen besar yang menambah nilai estetika dan fungsi ekologis. Namun, karena ukuran dan sistem akarnya yang agresif, pohon ini tidak cocok untuk lahan sempit. Dengan pengelolaan khusus, Ara Pencekik juga dapat dijadikan bonsai, sehingga tetap memiliki nilai dekoratif dalam skala yang lebih kecil.

       

 

Kembali ke daftar artikel