Pohon / Bak Kulet Buya (Pterospermum javanicum Jungh.)

Bak Kulet Buya atau dikenal Pohon Bayur diperkirakan telah tersebar luas mulai dari India, Myanmar, Thailand, Malaysia, Indonesia (Sumatra, Jawa, Kalimantan), dan Papua Nugini. Pohon itu dipanen dari alam liar untuk diambil kayunya, dimana pohon tersebut memiliki prospek komersial yang tinggi karena tergolong tanaman penghasil kayu dengan kelas ketahanan IV.

Nama Lokal

Tanaman ini dikenal dengan beragam nama lokal di berbagai daerah di Indonesia. mencerminkan luasnya persebaran sekaligus kedekatan masyarakat dengan pohon ini. Di tanah Sunda, ia disebut Cayur, sementara masyarakat Jawa menamainya dikenal sebagai Bayur, Wayur, Wadang, atau Walang. Dalam bahasa Madura, tanaman ini dikenal sebagai Phenjur, sedangkan di Bali disebut Bolang. Masyarakat Sulawesi menyebutnya Buli, di wilayah Nusa Tenggara Timur dikenal sebagai Damarsala, dan di Kalimantan pohon ini akrab di panggil Teunggi leuyan.

Distribusi dan Habitat

Bayur tumbuh dan mnyebar terutama di hutan dataran rendah. Tanaman ini juga tersebar di hutan sekunder pada ketinggian 600-1.400 mdpl. Biasanya bayur ditemukan tumbuh di punggung bukit, tepi sungai juga di tanah kapur (batu kapur). Menyukai kondisi area terbuka, dimana bayur memerlukan cahaya untuk pertumbuhannya, serta kondisi tanah yang lembab tidak tergenang air maupun kondisi kering, dengan iklim basah hingga kemarau.

Morfologi

1.   Batang

Batang Tanaman ini memiliki akar tunggang yang kuat sebagai penopang utama. Batangnya berkayu dengan warna coklat dan permukaan kulit yang kasar. mencerminkan karakter pohon tropis yang kokoh dan tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan.

2.   Daun

Daunnya termasuk daun tunggal tersusun berseling. Bentuknya sederhana, dengan ciri khas permukaan bawah berwarna coklat keputihan serta berbulu halus. Daun ini memiliki pangkal yang asimetris, sedangkan ujungnya meruncing, memberikan tampilan khas yang membedakannya dari spesies lain.

3.   Bunga

Bunga pada tanaman ini relatif besar, dengan diameter sekitar 10 cm. Bunga bertangkai pendek (pedicel), berwarna kekuningan, dan tersusun dalam gugusan perbungaan tipe tandan (raceme). Mahkota bunganya berbentuk panjang dan sempit menjadikan tampilannya anggun sekaligus menarik perhatian penyerbuk alami.

3.   Buah

Buahnya berbentuk kapsul berwarna hijau kecoklatan, ditutupi bulu halus yang akan hilang ketika buah mulai matang. Di dalamnya terdapat banyak biji yang dilengkapi dengan sayap, memudahkan penyebaran secara alami melalui bantuan angin. 

Nama Lokal

Kayu Bayur umumnya digunakan sebagai bahan bahan pembuatan kayu lapis, mebel, perkapalan, jembatan, pulp, dan kertas. Selain itu, bayur juga memiliki beberapa fungsi tradisional di Indonesia dan Malaysia. Misalnya di Lombok, khususnya di daerah yang di huni suku Sasak, memanfaatkan akar dan batangnya sebagai obat tradisional dan bahan minuman tradisional (Tuak Bayur). Suku Sasak percaya terhadap tanaman bayur dapat digunakan untuk pengobatan diabetes. Eksploitasi yang berlebihan terhadap tanaman bayur akibat illegal logging maupun pemanfaatan lainnya, menyebabkan populasi bayur di habitat alami semakin berkurang dan terancam.  Sehingga keberadaannya semakin sulit.  

 

     

 

Kembali ke daftar artikel