Pohon / Bak Seutui (Sandoricum koetjape Merr.)

Distribusi dan Habitat

Pohon ini termasuk dalam Divisi Angiospermae (Dikotil) dengan bentuk pertumbuhan berupa pohon besar yang selalu hijau. Distribusi alaminya meliputi wilayah Sumatra, Semenanjung Malaysia, Kalimantan, hingga Papua Nugini, tumbuh subur pada habitat terestrial seperti hutan hujan primer, hutan hujan sekunder, serta hutan pantai. Pohon ini beradaptasi baik di iklim tropis yang panas dan lembap sepanjang tahun.

Morfologi

1.     Batang

Pohon ini memiliki sosok yang megah dengan tinggi mencapai 50 meter. Batangnya lurus dengan akar penopang yang dapat tumbuh hingga 3 meter pada spesimen dewasa, memperkuat strukturnya di tanah hutan yang lembap. Kulit batang berwarna abu-abu, umumnya halus, tetapi pada beberapa individu bisa tampak bersisik atau retak-retak. Cabang-cabang mudanya ditutupi bulu pendek berwarna cokelat tebal, menambah tekstur unik pada penampilannya.

2.     Daun

Daun pohon ini tersusun majemuk berseling dengan tangkai panjang dan pola spiral yang indah. Setiap daun terdiri atas tiga helai anak daun berbentuk elips hingga lonjong-bulat telur, dengan ujung runcing dan pangkal membulat. Tepi daun bisa utuh atau sedikit bergelombang. Ukuran helai daun apikal berkisar 6-26 x 3-16 cm, sedangkan helai lateral lebih kecil, 4-20 x 2-15 cm. Daunnya berwarna hijau mengkilap di bagian atas dan hijau pucat di bagian bawah, sering kali dilapisi bulu-bulu halus berwarna cokelat lembut. Menariknya, daun hijau tua ini akan berubah menjadi merah cerah sebelum akhirnya gugur, memberikan tampilan dramatis dan indah pada kanopi pohon.

Adaptasi dan Toleransi

Dalam hal ekologi, pohon ini sangat toleran terhadap berbagai kondisi tanah. Ia tumbuh optimal pada tanah lempung yang subur dan berdrainase baik, namun juga memiliki ketahanan terhadap kekeringan, menjadikannya spesies yang tangguh dalam menghadapi variasi kondisi lingkungan.

Kembali ke daftar artikel