Sterculia foetida, atau yang dikenal sebagai pohon peluruh raksasa, merupakan anggota dari divisi Angiospermae (tumbuhan berbiji bunga, dikotil). Pohon ini dapat tumbuh menjulang hingga lebih dari 30 meter, dengan cabang-cabang besar yang menyebar secara horizontal sehingga membentuk kanopi lebar dan melingkar.
Etimologi
Nama ilmiahnya sendiri menyimpan cerita menarik. Genus Sterculia diambil dari nama Dewa Romawi Sterculius, dewa pupuk kandang, sebagai gambaran dari bau khas yang ditimbulkan bunga beberapa spesies dalam genus ini. Sementara julukan spesies foetida berarti “berbau busuk”, mengacu langsung pada aroma kuat yang keluar dari bunganya.
Morfologi
1. Batang
Batangnya tumbuh lurus dengan permukaan kulit luar yang halus berwarna abu-abu hingga keputihan, sementara bagian dalamnya berserat. Karakter batang ini membuat pohon mudah dikenali di habitat alaminya.
2. Daun
Daunnya tersusun majemuk menjari, biasanya bergerombol di ujung cabang. Setiap tangkai daun cukup panjang, mencapai 12,5–23 cm, dengan 5 hingga 9 helai anak daun berbentuk elips hingga lanset, berukuran 10–17 cm, dan bertepi rata. Warna hijau segar pada dedaunan memberi kesan teduh dan anggun pada pohon ini.
3. Bunga
Keunikan terbesar dari Sterculia foetida terdapat pada bunganya. Pohon ini bersifat dioecious, artinya bunga jantan dan betina tumbuh pada pohon yang berbeda. Bunga-bunga tersebut menggantung dan mengeluarkan aroma menyengat. Meski tidak memiliki mahkota, bunganya menampilkan kelopak merah berlobus lima yang indah, dengan ujung melengkung ke belakang. Perbungaan biasanya muncul dalam bentuk malai bercabang, memberi tampilan eksotis meskipun aromanya kurang sedap.
4. Buah
Buahnya berbentuk folikel kering elipsoid dengan ukuran panjang 7,6–9 cm dan lebar sekitar 5 cm. Saat matang, buah akan pecah sepanjang satu jahitan dan berubah menjadi merah cerah yang mencolok. Di dalamnya terdapat 10–15 biji elips berwarna hitam kusam dengan panjang sekitar 1,5–1,8 cm. Seiring waktu, biji ini berubah menjadi cokelat dan berkayu, siap untuk melanjutkan siklus hidup pohon.
Distribusi Geografis
Secara ekologi, Sterculia foetida biasanya ditemukan di hutan tropis semi-terbuka dan daerah pesisir. Penyebarannya sangat luas, mulai dari India, Sri Lanka, Bangladesh, hingga Asia Tenggara.
